18.2.09

Pengembangan Strategi Trading Options Saya #03 (IRON CONDOR)

Seperti yang telah saya sampaikan pada artikel sebelumnya mengenai pengembangan strategi options saya dimana Desember lalu mulai menggunakan 50% dana unt bermain vertical spread, maka berikut saya bahas mengenai IRON CONDOR (IC). Jika dibandingkan dengan Day Trade (DT), strategi ini hanya mempunyai 1 kelemahan yaitu profit yg dihasilkan jauh lebih kecil (jika ROI konservatif = 10% per bulan). Tapi harap diiingat, strategi ini jauh lebih aman (sekali lagi jika ROI konservatif). IC sebenarnya tidak terlalu sulit & justru saya merasa lebih mudah dalam memprediksi stock/index/ETF yang akan kita trade dbandingkan dengan DT. Dan yang membuat saya senang, trading dengan strategi ini memerlukan waktu yang jauh lebih sedikit. Ini cocok dengan saya yang tidak terlalu kuat untuk berlama-lama di depan komputer sampai subuh. Jangan lupa satu lagi, jantung jauh lebih tenang ya. Tapi tetap sekali2 saya DT juga dengan catatan trend sangat kuat. Berikut uraiannya.

IC adalah strategi
gabungan vertical spread BULL PUT & BEAR CALL dimana keduanya adalah strategi CREDIT. Dengan demikian ICpun adalah strategi credit.

CREDIT yang dimaksud adalah kita menerima premi di muka pada saat membuka posisi (mirip dengan Sell to Open). Tetapi sebagian dana kita akan ditahan oleh broker sebagai jaminan yang tentunya akan mengurangi buying power kita.

Total dana yang ditahan adalah selisih strike dikurangi credit yang kita terima. Perhitungan ROInya = premi yang diterima di muka dibagi total dana yang ditahan.

Untuk membedakan antara CREDIT dan DEBIT (mengeluarkan premi pada saat membuka posisi, mirip dengan Buy to Open) pada vertical spread perhatikan padanan katanya:
Jika berlawanan arah = Credit = Bull Put & Bear Call
Jika searah = Debit = Bull Call & Bear Put

Kata pertama dari nama strategi menunjukan trend yang diharapkan (bullish atau bearish).
Kata kedua menunjukan strike2 yang akan kita ambil.

Untuk menentukan strike-strike yang kita ambil baik Buy atau Sell di atas atau dibawah harga stock, perhatikan kata keduanya:
Jika Call maka Buy & Sell strike-strike yang lebih tinggi/besar dr harga stock
Jika Put maka Buy & Sell strike-strike yang lebih rendah/kecil dr harga stock

Untuk menentukan strike-strike mana yang Buy atau mana yang Sell, perhatikan kata pertama dari nama strateginya:
Jika Bull maka strike Sellnya harus lebih tinggi
Jika Bear maka strike Sellnya harus lebih rendah

Contoh 1:
Stock = 34.5
Trend = Bullish
Strategi = ingin mendapatkan premi di awal = Bull Put (Buy & Sell PUT di strike berbeda di exp yg sama).
Maka strike Put yg akan diambil adalah strike2 yg di bawah (lihat kata kedua) harga stock (34.5), mis = 30 & 32.5.
Untuk menentukan strike mana yg Buy & strike mana yg Sell, perhatikan kata pertamanya. Karena Bull maka strike Sellnya yg lebih tinggi = 32.5. Dengan demikian strike Buy = 30


Contoh 2:
Stock = 34.5
Trend = Bearish
Strategi = ingin mendapatkan premi di awal = Bear Call (Buy & Sell CALL di strike berbeda di exp yg sama).
Maka strike Call yg akan kita ambil adalah strike2 yg di atas (lihat kata kedua) harga stock (34.5), mis = 37.5 & 40.
Untuk menentukan strike mana yg Buy & strike mana yg Sell, perhatikan kata pertamanya. Karena Bear maka strike Sellnya yg lebih tinggi = 37.5. Dengan demikian strike Buy = 40.


Gabungan dari Bull Put dan Bear Call di atas dapat digambarkan sbb:


Nah ini dasar strategi trading IC yang penting untuk dipahami, selanjutnya akan dibahas kemudian. Bersambung...

0 komentar:

Poskan Komentar