Sebelum membahas IC lebih dalam, mari pahami dulu filosofi awal/standardnya:
IC adalah strategi sideways. Jadi kita mengharapkan atau akan mendapatkan keuntungan, jika harga Saham/ETF/Index yang kita trade di awal, pada akhirnya nanti (baik saat kita close atau sampai dengan exp) berada pada range/kisaran harga yang kita buat/targetkan di awal (berada di sekitar atau dalam kandang). Dengan IC kita akan mendapatkan keuntungan dari berjalannya waktu (time decay).
Iron Condor (IC) adalah gabungan dari strategi vertical spread Bear Call dan Bull Put. Jadi intinya adalah:
- Sell Call
- Buy Call
- Sell Put
- Buy Put
Sebelum membaca lebih lanjut, anda harus memahami dulu strategi vertical spread Bear Call dan Bull Put secara baik. Berikut uraian lengkapnya:
Kriteria
Sebisa mungkin trading pada Index/ETF seperti DIA, SPY, SPX, IWM, RUT karena cenderung lebih stabil dibandingkan saham.
Jika tetap trading menggunakan saham, maka cek jangan sampai ada earning sepanjang periode IC dan cari yang ADX(14)nya di bawah 15 (biasanya sideways).
Jika tetap trading menggunakan saham cari yang volume transaksinya lebih dari 5 juta per hari.
Jika tetap trading menggunakan saham cari yang IV (Implied Volatility) sedang tinggi & cenderung akan turun (ada kaitannya dengan Vega).
Untuk IC 1 bulan, lihat chart titik support & resistance selama 3 atau 6 bulan.
Target ROI = 5-10%.
Waktu masuk 3-4 minggu sebelum expiration.
Tutup posisi 3-7 hari sebelum expiration.
Langkah2
Tentukan Index/ETF/Saham yang akan di-trade IC.
Tentukan strike2 Buy & Sell untuk Call & Put (Bull Put & Beear Call).
Analisa ROI dan gambarkan grafiknya dengan menggunakan fasilitas yang ada di TOS (pilih menu Analyze, pilih sub menu Risk Profile).
Tentukan skenario untuk exit baik pada saat loss (jangan sampai max) atau profit (tidak harus menunggu sampai max).
Tutup sebagian/semua posisi.
Menentukan Strike2 IC
Tentukan dulu strike2 SELLnya yaitu strike Sell bawah/kiri (Sell Put) dan Sell atas/kanan (Sell Call) dengan:
cari ATR (Average True Range) .ATR sendiri adalah rata2 selisih high dan low price per hari dari suatu saham selama x hari. Di studies TOS disediakan, tentukan saja ATR (45) atau ATR (70)
range profit max (SELL) = 2.5 x ATR (agresif) & 4 x ATR (konservatif)
misalnya ATR = 2, maka untuk IC range SELLnya = 2.5 x 2 = 5
jika misalnya harga suatu saham sekarang ada di 50, maka range adalah 50 - 5 dan 50 + 5 = 45 (Sell Put) & 55 (Sell Call)
Kemudian tentukan strike2 Buy-nya. Jika strike2 jika tidak persis sama, cari yang mendekati
Bandingkan dengan nilai support (terendah) & resistance (tertinggi) selama 3 atau 6 bulan
Sekarang perhatikan rangkaian gambar2 berikut:
modifikasi strike2 yang akan kita buy & sell baik call atau put
setelah modifikasi strike buy & sell baik call atau put
konfirmasi & pengiriman order
deskripsi order, harga saham saat BEP, max loss/profit, dana yg ditahan, dllKeistimewaan
Profit tetap Bulanan
Dengan strategi ini kita akan mendapatkan income dari pengurangan time decay, sehingga kita tidak terlalu tergantung pada saham atau options yang bergerak dengan cepat.
Dapat Diaplikasikan setiap Keadaan
Sangat sulit sekali untuk mengetahui kemana arah pergerakan pasar. Tidak ada yang pernah menyangka Dow Jones yang pernah tembus ke level 14.000 sekarang tinggal 7300-an. Salah satu keistimewaan IC yang paling powerfull dan unik adalah kita tetap bisa mendapat keuntungan walaupun pasar bergerak turun, naik, atau diam
Lebih Santai
Dengan menggunakan strategi ini kita tidak harus di depan komputer setiap saat untuk memantau pergerakan harga saham yang kita pasang, karena strategi ini mendapatkan profit dari time decay
Kemungkinan Menang Lumayan Besar
Probabilitas mendapat profit adalah 50% – 70%
Lain2
Index adalah gabungan dari banyak stock. Index options akan expired di hari Kamis bukan Jumat seperti stocks options. Harga closing Kamis bukanlah harga yg menjadi patokan untuk index tersebut expired. Akan ada price setlement di keesokan harinya setelah market berjalan kira-kira 2 jam. Ini yg sangat berbahaya buat pemain IC karena harga bisa loncat cukup jauh. Kita berpikir harga expired worthless akan sesuai harga penutupan Kamis, tapi ternyata index price settlementnya bisa loncat jauh ke atas atau drop jatuh ke bawah (gamma berperan di sini).
Pemain Iron Condor akan menghindari keadaan ini dengan menutup posisi sebelum expired untuk menghindari lonjakan di price settlement.






4 komentar:
Pak Novry, apakah yg dimaksud protective put pada option? Dan bagaimana caranya? Apakah bisa diaplikasikan pada virtual trade? Dengarnya bisa seperti assuransikan option yg dibeli. (Buy stock+Buy Put)
Thx. GBU
pak David, sorry sy pemain options murni. jadi sy tdk pernah buy/sell stock. tq & GBU too.
Halo Pak Novry,
salam kenal, saya ingin lebih mendalami strategi IC ini, yg saya mau tanyakan sbb:
1. bagaimana menghitung ROI? dan di TOS dimana bisa dilihat/dikontrol?
2. jika kita punya bad IC (ITM), bgmn cara mengatasinya? close atau rollover? bgmn implementasinya di TOS?
3. di TOS apa bisa bikin pending order untuk mengclose IC 3-7hari seblm expired, shg kita tdk perlu nungguin komputer?
4. Pak, apa bisa dijelasin dgn gbr2, bgmn setup page Monitor di TOS, spy mudah mengontrol trading kita?
maaf, banyak pertanyaannya, soalnya saya suka cara penjelasan dr Bpk yg mudah dimengerti.
Terima Kasih,
gunawan
bang novri index option kereeeennn oex, ndx, rut
Poskan Komentar